Waspada! Marak Modus Penipuan Berkedok Nama Dosen di Lingkungan UIS
Universitas Ibnu Sina — Sivitas akademika Universitas Ibnu Sina (UIS) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Belakangan ini, mulai beredar laporan mengenai aksi penipuan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan modus mencatut nama dan foto profil dosen di lingkungan kampus. Modus penipuan ini umumnya dilancarkan melalui aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp.
Pelaku menghubungi mahasiswa menggunakan nomor baru, namun memasang foto profil dosen yang bersangkutan agar terlihat meyakinkan dan memanipulasi rasa segan mahasiswa. Dalam aksinya, pelaku sering kali berdalih sedang menghadapi situasi darurat, meminjam sejumlah uang, atau meminta bantuan pembelian pulsa. Mahasiswa yang panik atau terburu-buru kerap kali menjadi target empuk dari manipulasi psikologis ini.
Sebagai langkah pencegahan, UKM Pers SIPENA mengajak seluruh mahasiswa UIS untuk menerapkan tindakan antisipasi berikut apabila menerima pesan yang mencurigakan:
- Verifikasi Nomor Telepon: Jangan langsung percaya hanya pada foto profil. Cocokkan nomor pengirim dengan kontak resmi dosen yang ada di grup kelas atau tanyakan kepada ketua tingkat (Korting) masing-masing.
- Jangan Terburu-buru Transfer: Jika isi pesan berujung pada permintaan uang, pulsa, top-up dompet digital, atau pembayaran yang tidak masuk akal, abaikan permintaan tersebut. Dosen dan pihak kampus tidak pernah meminta transaksi pribadi di luar sistem pembayaran resmi universitas.
- Lakukan Panggilan Balik: Jika ragu, cobalah untuk melakukan panggilan suara atau panggilan video secara langsung. Penipu biasanya akan menolak, beralasan sinyal buruk, atau langsung mematikan panggilan.
- Konfirmasi Silang: Segera konfirmasi silang kebenaran pesan tersebut dengan menemui dosen yang bersangkutan secara langsung di kampus, atau melaporkannya ke staf tata usaha program studi. Mahasiswa yang mendapati pesan dengan modus serupa diharapkan untuk segera menyebarkan informasi kewaspadaan di grup kelas masing-masing dan melaporkan nomor pelaku agar dapat diblokir.
Tetap kritis, jangan mudah panik, dan selalu pastikan kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan yang merugikan secara finansial.